Pengertian Akad
Secara bahasa akad sama dengan Ar-ribthu,Al-Uqdathu,dan Al-Ahdu,yang mempunyai arti ikatan dan perjanjian.
Sedangkan menurut istilah yaitu "Mengikat Ijab dengan Qabul yang sesuai dengan ketentuan syara dan akan tampak pengaruh objeknya".Pengaruhnya itu adalah perpindahan kepemilikan barang itu dari satu seorang kepada orang lain
Rukun Akad
Dibagi dua pendapat
Menurut Imam Hanafi hanya perlu Ijab dan Qabul.Sedangkan
Menurut Jumhur Ulama terdiri
1 Aqidaini (dua belah pihak),
2.Ma'quth Alaihi (objek akad)
3.Sighat
1.Aqidaini (dua belah pihak),mempunyai dua syarat
a.Ahliyah (Kecakapan)
b.Wilayah (Kekuasaan pemilikan objek)
2.Syarat Objek akad
a.barang objek harus ada.
b.Sesuai dengan syara
c.diberikan pada waktu akad
d.diketahui oleh dua belah pihak
e.barangnya suci*
*tambahan syarat dari pendapat jumhur ulama,kalau menurut imam hanafi hanya dari point a-d.
Syarat objek akad pada point a,ada pengecualian, yaitu Ba'iu- Salam (Jual-Beli Pesanan)
atau bahasa trendnya saat ini Jual-Beli Online.Sebenarnya jual beli ini sudah ada dan dilakukan
atau bahasa trendnya saat ini Jual-Beli Online.Sebenarnya jual beli ini sudah ada dan dilakukan
pada masa Imam Malik.
Jadi Apabila melakukan Jual-Beli Online itu hukumnya boleh.Yang tidak boleh adalah penipuan didalamnya .Insha Allah di Blog ini tidak ada namanyaTadlis(Penipuan)
Hukum dasar Akad dibagi dua pendapat
1.Menurut Jumhur :Sgala bentuk transaksi pada dasarnya adalah Boleh,kecuali ada dalil yang
1.Menurut Jumhur :Sgala bentuk transaksi pada dasarnya adalah Boleh,kecuali ada dalil yang
mentahrimkannya
2.Menurut Dzohiriyah:Sgala bentuk transaksi pada dasarnya adalah Haram,kecuali ada dalil yang
2.Menurut Dzohiriyah:Sgala bentuk transaksi pada dasarnya adalah Haram,kecuali ada dalil yang
membolehkannya
Dan sebenarnya segala bentuk akad,tujuan akhirnya adalah Lil-Milki,yaitu pindahnya kekuasaan kepemilikan dari tangan seorang kepada tangan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar